Ulasan Buku "The sovereignity of God BAB 7-10 "
Kedaulatan Allah dan Doa
Berbicara tentang doa, kita sering melakukan doa dengan tujuan mengubah keadaan kita. Maksudnya adalah bahwa Allah akan mengubah keadaan jika kita berdoa. Buku yang saya baca ini mengatakan bahwa faktor manusia mewarnai hampir setiap bagian dalam doa: yakni dalam syarat-syarat yang harus kita penuhi, janji-janji yang harus kita tuntut, hal-hal yang harus kita lakukan agar permintaan kita dikabulkan. Sedangkan tuntutan Allah, hak-hak Allah, dan kemuliaan Allah seringkali kita abaikan (hal. 141). Pernyataan di atas ada benarnya, sebab zaman sekarang ini kemanapun kita pergi, kata “Doa Mengubah Segala sesuatu” dapat dengan gampang kita temui. Moto tersebut bisa bermakna kita harus mengubah Allah agar mengubah rencana-Nya. Padahal segala sesuatu telah ditetapkan Allah sejak awal, apakah dengan berdoa dapat mengubah ketetapan awal Allah?
Penulis buku mengatakan bahwa Allah telah menetapkan tujuan-Nya sejak awal dan telah menetapkan bahwa tujuan tersebut akan digenapi melalui cara-cara yang sudah ditetapkan-Nya juga, salah satunya melalui doa (hal.144). ini berarti bahwa ketetapan Allah tetap terlaksana tidak peduli kita berdoa atau tidak. Mengatakan bahwa Allah mengubah rencana-Nya ketika kita berdoa sama halnya dengan kita mengkritik dan mengingkari hikmat-Nya yang kekal.
Tujuan Berdoa
Lalu mengapa kita harus berdoa? Marthin Luther pernah berkata “Doa bukanlah sebuah tindakan untuk menaklukkan keengganan Allah, melainkan bersandar kepada kesediaan-Nya”. Kebanyakan orang akan menjawab mereka berdoa untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan dari Allah. Hal ini memang benar, tetapi bukan tujuan utama dari berdoa. A. W. Pink dalam buku ini memaparkan sejumlah alasan mengapa kita harus berdoa.
Yang pertama dan terutama, doa bertujuan untuk memuliakan Tuhan Allah sendiri. Allah menghendaki agar kita mengenal Dia dan mengalami kuasa-Nya. Doa yang sungguh-sungguh merupakan suatu tindakan penyembahan. Karena ketika kita berdoa kita sedang mengakui kedaulatan-Nya. Dengan berdoa kita mengakui ketergantungan kita sepenuhnya kepada Allah saja . kita menyerahkan diri kita kepada kuasa dan kemurahan-Nya. Kedua, doa ditetapkan Allah sebagai sarana bagi kita untuk memohon kebutuhan kita kepada-Nya. Tapi bukan untuk memberitahu Dia apa yang kita butuhkan, sebab Allah telah mengetahui segala sesuatu termasuk kebutuhan kita. Melainkan untuk menyatakan pengakuan kita atas kebutuhan kita kepada-Nya.
Hubungan kedaulatan Allah dan Doa orang Kristen
Di awal sudah dikatakan bahwa ketetapan Allah tidak akan berubah tidak peduli kita berdoa atau tidak.kalau memang demikian lalu mengapa kita harus berdoa, bukankah demikian doa menjadi sarana yang sia-sia? Allah menghendaki kita tetap berdoa. Tuhan Yesus teladan sempurna kita dalam segala hal pun tetap berdoa. Ini berarti bahwa doa bukan sesuatu yang tidak bernilai. Melainkan sebagai sarana Allah menggenapi tujuan dari rencana-Nya. Allah yang telah menetapkan dan merencanakan segala sesuatu, tetap menghendaki agar kita meminta kepada-Nya, dan ini merupakan hak istimewa sekaligus kewajiban kita. Kedaulatan Allah itu kekal, dan tak mungkin diubah oleh seruan-seruan kita.
Comments
Post a Comment