Ulasan Buku The sovereignty of God BAB 4-6 "Kedaulatan Allah dalam memerintah"
Pada bab ini penulis menekankan satu hal dan mengajak pembaca berpikir terbalik. Bayangkan jika Allah memang menciptakan dunia ini, merancang dan menetapkan hu kemudian Allah menarik diri dan membiarkan dunia dan hukum-hukumnya berjalan sendiri. Pastinya akan banyak kekacauan yang terjadi. Apa yang bisa menjamin bahwa dunia kelak tidak akan mengalami kehancuran. Tetapi bagaimana jika kita menjajaki fakta bahwa Allah memerintah dan bahwa pemerintahan-Nya melingkupi segala aspek.
Poin penting yang saya baca di sini adalah berkaitan dengan kedaulatan Allah dalam memerintah benda-benda mati. Dalam kitab kejadian, Allah memerintah terang jadi, maka terang itu jadi. Laut dan daratan dipisahkan-Nya, maka keduanya terpisah. Pada peristiwa sepuluh tulah pun gelap gulita, air berubah menjadi darah, hujan es, semuanya terjadi atas perintah Allah. Pada bagian ini saya merenungi sebuah pertanyaan reflektif bagi saya, jika memang Allah berkuasa atas benda-benda mati karena ada banyak tertulis dalam Alkitab. Bumi dan air, api, salju, hujan, es, angin ribut dan laut yang mengamuk semuanya meyatakan kuasa firman-Nya, mengapa kita masih sering mengeluh tentang cuaca? Bukankah sama halnya dengan kita sedang bersungut-sungut kepada Allah?
Tujuan kedaulatan Allah dalam menciptakan segala sesuatu
Buku ini menjelaskan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu. Mula-mula Allah menyusun tujuan untuk mencipta, dan kemudian melakukan karya penciptaan untuk menggenapi rencana tersebut. Tetapi perlu digaris bawahi di sini adalah Dia bukan semata-mata menetapkan untuk menciptakan saja lalu membiarkan semuanya berjalan sendiri, tetapi terlihat jelas bahwa Allah memiliki suatu tujuan yang agung dan berharga, yang tak terbatas dan Dia memerintah dunia sedemikian rupa untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Lalu apa tujuan Allah dalam menciptakan segala sesuatu? Apa hubungannya dengan kedaulatan Allah dalam memerintah? Buku ini menjelaskan bahwa tujuan penciptaan adalah untuk memperlihatkan kemulian Allah. Dari dulu sampai sekarang Allah berencana untuk menjadikan dunia ini sebagai tempat untuk menyatakan anugerah dan hikmat-Nya kepada seluruh ciptaan-Nya, khususnya kepada manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Untuk menggenapi tujuan-Nya yang mulia, Allah telah memerintah dunia ini sejak dari semula dan akan tetap melanjutkan karya-Nya sampai pada akhirnya.
Comments
Post a Comment