Pemikiran Pasca Kristen

Keindahan Tubuh

Dalam era Pemikiran pasca-Kristen, kebanyakan orang berharap agar lahir dengan jenis kelamin yang berbeda. Tetapi kebanyakan dari mereka juga mungkin berharap agar tubuh mereka juga dibentuk dengan lebih indah. Usia muda adalah waktu yang paling tepat untuk “memperbaiki” penampilan mereka. Obsesi yang lazim dimiliki para wanita untuk memiliki bentuk tubuh langsing sehingga begitu meributkan diet dan berat badan. Pada konteks ini kita tahu kemana kita harus melemparkan kesalahan. Kesalahan terletak pada industri gaya busana dan absurditas fisik feminim yang dicoba untuk dipopulerkan oleh industri tersebut. Kata “absurditas” yang berarti tidak masuk akal tepat dipakai karena patung kurus tanpa bentuk yang menjadi tempat gantungan baju para perancang tidak merepresentasikan keindahan dan kemenarikan wanita ideal yang sudah menjadi mindset orang zaman sekarang. 

Kita telah mendengar kasus-kasus tragis dimana para gadis muda menguruskan tubuh mereka sampai mati. Adalah Marya Hornbacher, seorang penulis Amerika yang menulis Wasted, sebuah autobiografi yang sangat menyentuh tentang penderitaannya akibat anoreksia. Sejak masih kecil dia telah bahwa dirinya terlalu gemuk. Dalam usahanya yang keras untuk menjadi kurus, dia mulai mengalami anoreksia. Ia akhirnya masuk rumah sakit berulang kali, tetapi selalu mengulang kebiasaan yang tidak masuk akal itu sampai pada usia 27 tahun dan berbobot kurang dari 27 kilogram, dan hampir mati. Peristiwa ini mendorongnya tetap hidup. Tetapi jantung, otot-otot dan tubuhnya telah rusak, sehingga dia harus bergantung pada pengawasan yang teratur, baik tubuh maupun pikirannya. Dalam hal ini, penulis sedang menggarisbawahi hal yang jelas bagi semua pria dan wanita terdidik, bahwa sebagian besar kreasi industri busana tidak bisa dikenakan kecuali di atas catwalk.

Allah telah dengan begitu baik membentuk tubuh kita sebagai laki-laki dan perempuan. Dengan ini tradisi Kristen memperlakukan tubuh sebagai Bait Roh Kudus, sikap hormat yang layak bagi tubuh jelas merupakan kewajiban. Kita tidak boleh merusaknya dengan kebiasaan buruk atau kelebihan makanan dan minuman, atau bahkan dengan menempatkan tubuh di dalam tekanan yang memang tidak dirancang untuk ditanggungnya. Di dalam pengajaran Kristen, kebutuhan akan sikap hormat yang selayaknya terhadap tubuh diseimbangan dengan hukum moral yang melarang menyanjungkan diri. 

Jika kita melihat banyak sekali orang yang terlahir dengan cacat tubuh yang serius, kanker ganas, keterbatasan fisik, dan sebagainya, kita seharusnya bersyukur karena kita diberkati dengan tubuh yang tidak rusak. Pada era Pemikiran pasca-Kristen, kebanyakan orang diperhadapkan dengan sikap penyanjungan terhadap diri yang sebenarnya salah. Terhadap orang-orang seperti ini, Pemikiran pasca-Kristen menawarkan kemajuan terkini di bidang bedah kosmetik. Kemajuan ini tidak dibuat untuk meringankan penderitaan akibat cacat-cacat ilmiah yang menimpa seseorang, tetapi untuk memuaskan keinginan sia-sia dari mereka yang mengidamkan fisik yang lebih sempurna atau menolak untuk menerima apa yang dilakukan waktu terhadap tubuh mereka. 

Sebaliknya kita heran melihat pemanjaan diri yang berlebihan dengan makanan dan minuman. Di sini terjadi pemanjaan diri yang berbeda, yang tidak akan dipedulikan oleh para korban pemuja kelangsingan. Pemanjaan ini ditawarkan oleh majalah dunia tata boga. Restoran-restoran merekomendasikan masakan mereka. Daftar menu disajikan dan daftar anggur diberikan. Selain itu, harga makanan juga dikutip. Dan orang-orang digiurkan oleh tawaran di mana uang yang dihabiskan untuk sekali makan oleh keluarga kaya dalam seminggu bahkan bisa menghidupi sebuah desa kecil yang dilanda kelaparan di Afrika dalam waktu yang lebih lama lagi. Pemanjaan diri yang berlebihan terhadap makanan dan minuman ini bukan hanya dilakukan oleh kaum menengah atas, melainkan merupakan keasyikan yang utama dari para keluarga kelas menengah. Sungguh suatu ciri Pemikiran pasca-Kristen! 


Comments

Popular posts from this blog

Ulasan Buku "The sovereignity of God BAB 7-10 "

Ulasan Buku The sovereignty of God BAB 4-6 "Kedaulatan Allah dalam memerintah"

Pemikiran Pasca-Kristen